Tiru Gaya Hidup Masyarakat Jepang, Milenial Tinggal di Apartemen

JawaPos.com – Milenial saat ini lebih suka dengan gaya hidup serba cepat dan modern. Hal itu ditunjukkan dengan gaya hidup mereka yang memilih tinggal di rumah vertikal atau apartemen. Alasanya supaya mereka lebih cepat menjangkau perkotaan, pusat belanja, bisa berkumpul dengan teman-teman, serta komunitas.

Ketika tinggal di apartemen, mereka lebih memilih tipe studio atau mini studio. Selain ukurannya tidak terlalu besar, tipe ini sangat sesuai dengan kebiasaan mahasiswa yang suka berbagi teman sekamar (sharing) untuk menghuni apartemen bersama.

Tinggal di permukiman vertikal ini semakin dimudahkannya sewa atau Kredit Pemilikan Apartemen. Kemudahan ini pun membuat apartemen yang berada di dekat stasiun laris manis. Gaya hidup seperti ini disebut sebagai warga komuter.

Tiru Gaya Hidup Masyarakat Jepang, Milenial Tinggal di ApartemenTOL adalah salah satu konsep tempat tinggal yang terpadu dengan moda transportasi masal. (Agus Wahyudi/Jawa Pos)

“Generasi milenial suka hidup yang nyaman. Mereka sekarang bukan hanya lihat investasi tapi juga akan menggunakan hunian yang mereka tempati untuk memanjakan gaya hidup,” kata Komisaris PT Hutama Anugrah Propertindo Pingki Elka Pangestu, baru-baru ini.

Menurut Pingki, gaya hidup milenial di apartemen bisa memenuhi banyak kebutuhan entertainment (hiburan). Dengan dilengkapi kebutuhan One Stop Shopping di sekitar apartemen, membuat anak muda lebih mudah menjalani kehidupannya. “Rumah adalah salah satu kelengkapan dari gaya hidup anak muda,” ungkapnya.

Gaya hidup seperti hampir sama dengan di Jepang. Di sana, semua aktivitas dilakukan dengan moda transportasi kereta, sehingga semuanya bisa dijangkau dengan lebih cepat.

Di Indonesia, salah satu apartemen yang dekat dengan stasiun atau menggunakan konsep Transport Oriented Living (TOL), yakninya Serpong Garden Apartment. TOL yakni suatu evolusi dari seluruh desain yang mengacu pada peningkatan kualitas hidup yang saling terintegrasi, sehingga diharapkan menciptakan harmoni yang lebih baik. Indonesia kondisi itu baru terdapat di kawasan Cisauk.

“Cisauk nantinya akan menjadi intermoda terpadu, setelah Serpong Garden Apartment selesai dibangun,” tegas Pingki.

(ika/JPC)

Bank Mega Berikan Kredit Buat Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Rp 12,3 T

JawaPos.com – PT Bank Mega Tbk memberikan fasilitas kredit kepada PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebesar Rp 12,3 triliun yang akan diperuntukkan membangun Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km. Penandatanganan Pemberian Fasilitas Kredit tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib dan Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo sebagai bagian dari acara Indonesia Investment Forum 2018 di Bali, Jum’at (12/10) kemarin.

Pemberian fasilitas kredit tersebut diberikan secara integrated dengan 3 term loan yaitu pinjaman untuk pembangunan jalan, pinjaman berupa Interest During Construction (IDC) dan Cash Deficiency Support (CDS) dengan total sekitar Rp12,25 triliun. Adapun jangka waktu pembiayaan untuk term loan 1 dan 2 selama 15 tahun, sementara untuk Cash Deficiency Support (CDS) hingga 20 tahun.

Bank Mega sebagai salah satu bank swasta nasional di tanah air merasa bangga mendapatkan kepercayaan sebagai mitra pemerintah dalam membangun infrastruktur di tanah air.

“Pembiayaan Proyek Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai secara bilateral dari Bank Mega kepada Hutama Karya merupakan wujud nyata dukungan dan kontribusi terhadap pemerintah terutama dalam hal program percepatan sarana infrastruktur yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional,” jelas Kostaman.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani, mengatakan bahwa penandatanganan Perjanjian Kredit ini menunjukkan dukungan berbagai pihak, baik itu BUMN maupun swasta berskala nasional dan internasional terhadap pogram pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya Jalan Tol Trans Sumatera.

Dia pun menjelaskan bahwa keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera ini dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi transportasi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah Pulau Sumatera.

Hal ini dikarenakan semakin singkatnya waktu tempuh perjalanan yang akan membantu menurunkan biaya logistik produk unggulan serta hasil bumi sehingga sumber daya tersebut dapat terdistribusi dengan baik dengan waktu yang cepat disertai biaya yang terjangkau.

“Waktu tempuh dari Bakauheni ke Terbanggi Besar bisa mencapai 4 jam jika melalui jalan nasional. Namun jika lewat tol hanya membutuhkan 1,5 jam saja. Begitu pula perjalanan dari Palembang ke Indralaya yang awalnya 2 jam, sekarang hanya butuh 20 menit saja lewat tol. Ini tentu akan sangat menghemat waktu mobilitas orang dan barang di sana,” katanya.

(uji/JPC)

Menteri PUPR Jajaki Pembangunan Jalan Baru Mengwitani-Singaraja

JawaPos.com – Skema pembiayaan infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) terus berkembang dalam 10 tahun terakhir dan telah menunjukan manfaatnya dalam penyediaan infrastruktur mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga.

Hal ini juga jadi bahasan penting pada penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali. Usai membuka Indonesia Investment Forum dengan tema ‘A New Paradigm in Infrastructure Financing’, Menteri Basuki melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan jalan baru yang berada di ruas jalan Mengwitani-Singaraja.

Ruas ini merupakan akses menuju kawasan wisata Bedugul seperti Kebun Raya Eka Praya, Danau Beratan, Danau Buyan, Danau Tamblingan dan wisata Singaraja seperti Pantai Lovina.

“Sebagai destinasi wisata dunia, perbaikan kondisi jalan secara bertahap dilakukan Kementerian PUPR. Disamping itu kehadiran jalan baru ini akan meningkatkan konektivitas antara Bali bagian Selatan dan Utara. Dampaknya diharapkan ekonomi di Bali Utara bisa lebih berkembang sebagaiman Bali bagian Selatan,” kata Basuki.

Pembangunan jalan baru juga dibutuhkan untuk mendukung rencana pembangunan bandara baru di utara Bali. Kondisi eksisting ruas jalan ini dengan lebar bervariasi maksimum 7 meter dan banyak tikungan tajam dan tanjakan dengan tingkat kelandaian 8-12 persen.

Jalan yang diapit oleh lereng dan bukit curam tidak memungkinkan untuk dilakukan pelebaran sehingga dilakukan pembangunan jalan baru yang lebih aman dan nyaman dilintasi. Hal ini karena geometrik jalan baru memiliki tingkat kelandaian 8 persen dan menghilangkan tikungan tajam.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah seksi 3 & 4 yang saat ini masih dalam tahap pengadaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Trase jalan baru dengan panjang 1,9 Km sebagian akan berada disisi Danau Beratan dengan konstruksi layang sepanjang 210 meter.

Jalan baru akan memotong ruas jalan Mengwitani-Singaraja sehingga menghindarkan pengguna jalan dari titik-titik tikungan tajam dan tanjakan curam sepanjang 2,4 Km. Dengan demikian, kecepatan rata-rata kendaraan bisa meningkat dari semula 20 km per jam di jalan eksisting menjadi 40-60 km per jam di jalan baru.

Waktu tempuh juga lebih singkat dari semula 7 menit menjadi 2 menit. Konstruksi ditargetkan akan dimulai pada 2019 untuk seksi 3, dengan total biaya seksi 3 & 4 sebesar Rp 169,9 miliar.

Lokasi kedua yang dikunjungi yakni seksi 5 & 6 sepanjang 1,9 Km yang akan dimulai konstruksinya tahun 2018. Pembangunan jalan baru seksi 5 & 6 juga akan mempersingkat waktu tempuh dari 6 menit jalan menjadi 3 menit. Lelang sudah selesai dan akan dilakukan penandatangan kontrak minggu depan dengan nilai kontrak Rp 140,6 miliar.

Turut mendampingi Menteri Basuki, yakni Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Hedy Rahadian, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jatim-Bali Ketut Darmawahana.

(uji/JPC)

PT Modern Industrial Estat Kembangkan Kawasan Industri Halal di Serang

JawaPos.com – Pengembang kawasan industri PT Modern Industrial Estat membangun Modern Halal Valley, sebuah cluster industri halal yang terintegrasi pertama di Indonesia di atas lahan seluas 500 hektare. Berlokasi di ModernCikande Industrial Estate (MCIE) di Cikande, Serang, Banten, cluster ini akan dikembangkan menjadi Halal Intregrated Supply Chain, yang didalamnya mencakup Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park.

”ModernCikande Industrial Estate ingin berpartisipasi membangun ekosistem halal yang lengkap untuk makanan halal dan industri terkait,” ujar Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat dalam keterangannya di Serang, Rabu (11/10).

Kawasan indutri yang dikembangkan anak usaha PT Modernland Realty Tbk ini menyediakan berbagai kebutuhan penunjang bagi ekosistem halal yang lengkap untuk produksi halal yang efisien serta pendistribusian domestik dan ekspor ke pasar internasional.

“Zona industri halal yang kami kembangkan memiliki infrastruktur dan fasilitas yang menunjang manajemen dan distribusi halal, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar internasional,” ujar Pascall.

Nantinya, cluster industri halal yang terintegrasi di ModernCikande Industrial Estate akan didukung fasilitas infrastruktur modern yang terintegrasi serta memiliki akses pada jaringan pasar halal global.

Kawasan ini juga akan menyediakan jasa layanan yang membantu dan memberi informasi kepada investor asing terkait semua hal tentang investasi di Indonesia.

Langkah awal yang akan dilakukan oleh Modern Halal Valley adalah pembangunan laboratorium halal yang akan diikuti oleh uji fungsi, set up ruangan, pelatihan, dan pendukung operasional lainnya. Dengan adanya laboratorium halal ini, tentunya akan memudahkan proses sertifikasi halal yang diperlukan, baik industri skala besar, maupun kecil menengah (UKM).

Lebih lanjut, Modern Halal Valley ini ke depannya akan menjadi hub bagi Indonesia sebagai pelaku industri halal dunia, yang berperan sebagai pintu keluar masuk produk-produk halal berskala internasional.

“Kami optimis zona industri halal di ModernCikande Industrial Estate akan diminati karena ModernCikande Industrial Estate memiliki banyak keunggulan yang diperlukan oleh investor dan pelaku industri,” ujar Pascall.

Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar produk makanan halal dunia dengan nilai ekonomi mencapai USD 197 miliar, disusul Turki yang mencapai USD 100 miliar.

Untuk tahap pertama, Modern Halal Valley akan mengembangkan kawasan zona logistik halal internasional yang dibagi dalam beberapa sektor, mulai dari pusat distribusi nasional, kompleks ruang pendingin, dan berbagai sektor lainnya.

Saat ini, dari total lahan 3.175 hektare, luas lahan yang telah dikembangkan di ModernCikande Industrial Estate mencapai 40 persen. Lebih dari 250 perusahaan baik lokal maupun multinasional dari berbagai ragam jenis usaha telah mengembangkan industrinya di sini.

(ask/JPC)